Rabu, 30 Juni 2010
June,30
hmmmm...
serunyaa hari ini...
Alhamdulillah,,,
seneng banged bs berbagi keceriaan sm mereka,,
saudara-saudara kecilku,,,
sedikit bisa ngilangin stress,,sumpek,n penat ini...
bersepeda ria,,hmm...
yaa,,
dan kini..
dipenghujung juni,,,
bulan baru,,
semangat baru donkk..
hehehehehe
*Nyari bulan,,ko g ada yaa....xD
saya rindu...
Ya Allah,,
Besog pagi udah bulan Juli,,'
ga kerasa..
Tapi kalo penanggalan bulan islam msh rajab iaa..
Alhamdulillah,,
selama enam bulan ini udah dikasih anugrah yang luar biasa..
Pelajaran bertabur hikmah,,,
semoga jadi penguat untuk melangkah kedepan..
hmm,,,
smangatt...
Allah bersama kita kok..
serunyaa hari ini...
Alhamdulillah,,,
seneng banged bs berbagi keceriaan sm mereka,,
saudara-saudara kecilku,,,
sedikit bisa ngilangin stress,,sumpek,n penat ini...
bersepeda ria,,hmm...
yaa,,
dan kini..
dipenghujung juni,,,
bulan baru,,
semangat baru donkk..
hehehehehe
*Nyari bulan,,ko g ada yaa....xD
saya rindu...
Ya Allah,,
Besog pagi udah bulan Juli,,'
ga kerasa..
Tapi kalo penanggalan bulan islam msh rajab iaa..
Alhamdulillah,,
selama enam bulan ini udah dikasih anugrah yang luar biasa..
Pelajaran bertabur hikmah,,,
semoga jadi penguat untuk melangkah kedepan..
hmm,,,
smangatt...
Allah bersama kita kok..
Selasa, 29 Juni 2010
June,29th 2010
Alhamdulillahh,,
akhirnya back to my blog..
hemm,
sumpah kangenn...
Skrg lg update2 puisi yang hilang,,
sibug nyari..
untung ktemu..
hahahaeyyy,,,,
akhirnya back to my blog..
hemm,
sumpah kangenn...
Skrg lg update2 puisi yang hilang,,
sibug nyari..
untung ktemu..
hahahaeyyy,,,,
. . . .
Tahukah kau, betapa kau menyakitiku...
Kau tertawa,tapi tawa itu bukan milikku...
Ajari aku untuk tertawa seperti ini,kasih...
Karena setiap keping tawamu merobek hatiku...
Kan kuberikan tawamu mestinya untukku...
Tak kan kau sirnakan itu...
Pasti Pahitmu kan berlalu....
Kau tertawa,tapi tawa itu bukan milikku...
Ajari aku untuk tertawa seperti ini,kasih...
Karena setiap keping tawamu merobek hatiku...
Kan kuberikan tawamu mestinya untukku...
Tak kan kau sirnakan itu...
Pasti Pahitmu kan berlalu....
.....
Monday, November 23, 2009 at 6:58pm
Setelah beberapa waktu berlalu,tangis itu tak kunjung hadir lagi…
Dan kini,
Malam ini,
Masih bolehkah ku teteskan bulir-bulir bening itu,skali ini saja…
Sekedar meluruhkan batin yang telah lama kering
Aki bukan karang,tapi aku ingin sepertinya
Kokoh tag bergeming dihantam ombak ganas sekalipun…
Tapi apa aku bisa..????
Dari wakut ke waktu aku mencoba
Aku belajar
Agar aku tak perlu terisak di anatara sunyi
Tapi tetap saja,
Air mata itu menyeruak di antara sepi…
Aku mungkin sudah samapai di ambang batas kejenuhan..
Mungkin aku sudah bosan dengan semua ini..
Aku sudah kalut….
Bimbang,,,,
Kadang ada rasa ragu,apakah aku bisa melewati semua ini
Apa aku bisa seperti mereka??
Apa aku masih punya semangat untuk hidup,sedangkan untuk menahan tangis saja aku tag mampu…
Mengapa aku ingin selalu memikirkannya..
Apakah dy dsana juga memikirkanku,,??
Tag mungkin…
Disaat aku mengkhawatirkan keadaannya,,
Apa dy juga berpikir sebaliknya kepadaku.??
Tag akan pernah..
Tapi itu kenyataan yang harus kuhadapi saat ini,,
Sejak setahun lebih berlalu…
Maaf,,maafkan aku…
Mungkin kw kesal atas sikapku…
Mungkin aku hanyalah debu dimatamu…
Tapi kw perlu tahu,kasih…
Kw emas permata yang tag ternilai yang bertakhta dihatiku…
Sampai semua rasa itu berakhir beberapa waktu lalu…
Tapi apakah kau tahu,setelah itu semua…??
Rasaku untuk mencinta sepertinya sudah mati..
Bahkan untuk mencoba meyayangi pun sulit…
Karena aku sudah terlanjur sekalian mematikan rasa itu…
Aku hanya ingin beranjak pergi dari semua itu..
Setelah beberapa waktu berlalu,tangis itu tak kunjung hadir lagi…
Dan kini,
Malam ini,
Masih bolehkah ku teteskan bulir-bulir bening itu,skali ini saja…
Sekedar meluruhkan batin yang telah lama kering
Aki bukan karang,tapi aku ingin sepertinya
Kokoh tag bergeming dihantam ombak ganas sekalipun…
Tapi apa aku bisa..????
Dari wakut ke waktu aku mencoba
Aku belajar
Agar aku tak perlu terisak di anatara sunyi
Tapi tetap saja,
Air mata itu menyeruak di antara sepi…
Aku mungkin sudah samapai di ambang batas kejenuhan..
Mungkin aku sudah bosan dengan semua ini..
Aku sudah kalut….
Bimbang,,,,
Kadang ada rasa ragu,apakah aku bisa melewati semua ini
Apa aku bisa seperti mereka??
Apa aku masih punya semangat untuk hidup,sedangkan untuk menahan tangis saja aku tag mampu…
Mengapa aku ingin selalu memikirkannya..
Apakah dy dsana juga memikirkanku,,??
Tag mungkin…
Disaat aku mengkhawatirkan keadaannya,,
Apa dy juga berpikir sebaliknya kepadaku.??
Tag akan pernah..
Tapi itu kenyataan yang harus kuhadapi saat ini,,
Sejak setahun lebih berlalu…
Maaf,,maafkan aku…
Mungkin kw kesal atas sikapku…
Mungkin aku hanyalah debu dimatamu…
Tapi kw perlu tahu,kasih…
Kw emas permata yang tag ternilai yang bertakhta dihatiku…
Sampai semua rasa itu berakhir beberapa waktu lalu…
Tapi apakah kau tahu,setelah itu semua…??
Rasaku untuk mencinta sepertinya sudah mati..
Bahkan untuk mencoba meyayangi pun sulit…
Karena aku sudah terlanjur sekalian mematikan rasa itu…
Aku hanya ingin beranjak pergi dari semua itu..
Elegi Memori Hati yang Lampau
Sejak dahulu,
Telah saya sisakan ruang kosong dihati saya untuk menampung air mata, luka dan kecewa jikalau cinta saya tak berkesamapaian...
Dan akhirnya,kini ruang ituwh telah penuh oleh semuanya
Hampir meluap bahkan...
saya harus bagaimana...?????
Akankah saya harus membuat satu ruang kosong lagi...???
Tapi saya tak ingin ruang itu selalu sesak...
Dan pula cinta saya mengitarinya,menyebabkan saya seperti ini...
Saya telah diperbudak oleh cinta....
saya sadari tu...
ketika langkah saya terlanjur jauh ...
Ketika rasa sayang saya tidak pergi secepat rasa cinta itu sendiri...
Saya akui,
inilah pahit yang harus saya telan atas nama cinta....
Saya pahami itu,sebab cinta saya tag pernah seberuntung orang lain
Tapi saya sangat beruntung diperlakukan begini,
Jika tidak,,saya tidak tahu bagaimana sakidnya mencintai...
Saya belajar..
Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintai saya
Saya harus mencintai diri saya sendiri dahulu...
Dan saya menulikan telinga kepada orang yang mencemooh saya yang mencintainya,
sebab saya tulus mencintainya..
Lalu saya mengerti,,
Inilah garis kehidupan yang harus saya lewati....
Jalan itu sudah dibentangkan sejak lama oleh-Nya, agar saya merakan asam manis kehidupan...
Ini,elegi memori hati saya yang lampau,,,
sekedar memutarkan rekaman usang itu barang sebentar saja
Saya tuliskan di dinding-dinding relung kalbu,
berharap meluruh oleh sang embun penentram jiwa
Entah sampai kapan...
written by Azrina Ulfah......
Telah saya sisakan ruang kosong dihati saya untuk menampung air mata, luka dan kecewa jikalau cinta saya tak berkesamapaian...
Dan akhirnya,kini ruang ituwh telah penuh oleh semuanya
Hampir meluap bahkan...
saya harus bagaimana...?????
Akankah saya harus membuat satu ruang kosong lagi...???
Tapi saya tak ingin ruang itu selalu sesak...
Dan pula cinta saya mengitarinya,menyebabkan saya seperti ini...
Saya telah diperbudak oleh cinta....
saya sadari tu...
ketika langkah saya terlanjur jauh ...
Ketika rasa sayang saya tidak pergi secepat rasa cinta itu sendiri...
Saya akui,
inilah pahit yang harus saya telan atas nama cinta....
Saya pahami itu,sebab cinta saya tag pernah seberuntung orang lain
Tapi saya sangat beruntung diperlakukan begini,
Jika tidak,,saya tidak tahu bagaimana sakidnya mencintai...
Saya belajar..
Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintai saya
Saya harus mencintai diri saya sendiri dahulu...
Dan saya menulikan telinga kepada orang yang mencemooh saya yang mencintainya,
sebab saya tulus mencintainya..
Lalu saya mengerti,,
Inilah garis kehidupan yang harus saya lewati....
Jalan itu sudah dibentangkan sejak lama oleh-Nya, agar saya merakan asam manis kehidupan...
Ini,elegi memori hati saya yang lampau,,,
sekedar memutarkan rekaman usang itu barang sebentar saja
Saya tuliskan di dinding-dinding relung kalbu,
berharap meluruh oleh sang embun penentram jiwa
Entah sampai kapan...
written by Azrina Ulfah......
Untittled 2
Apa kamu tahu
Rasanya menjadi saya….
Apakah kamu mengerti….
Peliknya fenomena yang saya rasakan…
Mungkin tidak….
Saya ingin orang-orang memahami keadaan saya…
Tapi orang-orang selalu menuntut lebih dari saya…
Dan balasannya tak lain adalah duka…
Mungkin semua orang mengira saya ini orang yang kuat,
Tahan banting…
Dan selalu menggila setiap saat…
Itu salah….
Hati kecil saya selalu menangis,,
Tersedu-sedan diantara gembira yang saya ciptakan…
Ya,saya akui…
Saya adalah orang yang munafik,,
Bersembunyi dengan rapi dibalik kenyataan…
Apa kamu merasakan pilunya hati saya,,,
Ketika segalanya yang saya inginkan,
Juga adalah segalanya yang tak bisa saya miliki…
Apa kamu juga merasakan,,
Ktika titik air mata ini selalu membasahi hati….
Mungkin juga tidak…
Mungkin hanya saya…
Atau orang lain merasakan lebih dari ini….
Saya tag bias melawan dan memberontak..
Karena ini jalan yang sudah saya pilih
Saya hanya bisa diam dan tersenyum getir…
Ya,saya jatuh dan terperosok kali ini…
Tak pula ringkih dan terluka…
Tap saya tak mau lagi terjatuh untuk kedua kalinya….
Mudah-mudahan saja saya bisa bertahan…
Dan menjalani hidup,
Meski fatamorgana menggerayangi…
Saya mencoba untuk keluar dari mimpi-mimpi yang saya rangkai dahulu…
Karena saya yakin,,hari yang cerah itu akand datang…
Saya susun rentetan peristiwa ini,
Bukanlahg apa-apa…
Bukan juga ingin menarik simpati atau terenyuh…
Tapi saya hanya ingin melampiaskan,
Membongkar ulang perkakas hati saya …
Agar beban yang mengganjal itu,pergi jauh tak membekas,,,
Saya hanya ingin berbagi,,
Atas deru yang berdebu,,
Mudah-mudahan saya tidak salah orang yang saya tag malam ini…
Terimakasih…
Rasanya menjadi saya….
Apakah kamu mengerti….
Peliknya fenomena yang saya rasakan…
Mungkin tidak….
Saya ingin orang-orang memahami keadaan saya…
Tapi orang-orang selalu menuntut lebih dari saya…
Dan balasannya tak lain adalah duka…
Mungkin semua orang mengira saya ini orang yang kuat,
Tahan banting…
Dan selalu menggila setiap saat…
Itu salah….
Hati kecil saya selalu menangis,,
Tersedu-sedan diantara gembira yang saya ciptakan…
Ya,saya akui…
Saya adalah orang yang munafik,,
Bersembunyi dengan rapi dibalik kenyataan…
Apa kamu merasakan pilunya hati saya,,,
Ketika segalanya yang saya inginkan,
Juga adalah segalanya yang tak bisa saya miliki…
Apa kamu juga merasakan,,
Ktika titik air mata ini selalu membasahi hati….
Mungkin juga tidak…
Mungkin hanya saya…
Atau orang lain merasakan lebih dari ini….
Saya tag bias melawan dan memberontak..
Karena ini jalan yang sudah saya pilih
Saya hanya bisa diam dan tersenyum getir…
Ya,saya jatuh dan terperosok kali ini…
Tak pula ringkih dan terluka…
Tap saya tak mau lagi terjatuh untuk kedua kalinya….
Mudah-mudahan saja saya bisa bertahan…
Dan menjalani hidup,
Meski fatamorgana menggerayangi…
Saya mencoba untuk keluar dari mimpi-mimpi yang saya rangkai dahulu…
Karena saya yakin,,hari yang cerah itu akand datang…
Saya susun rentetan peristiwa ini,
Bukanlahg apa-apa…
Bukan juga ingin menarik simpati atau terenyuh…
Tapi saya hanya ingin melampiaskan,
Membongkar ulang perkakas hati saya …
Agar beban yang mengganjal itu,pergi jauh tak membekas,,,
Saya hanya ingin berbagi,,
Atas deru yang berdebu,,
Mudah-mudahan saya tidak salah orang yang saya tag malam ini…
Terimakasih…
Langganan:
Postingan (Atom)