Selasa, 29 Juni 2010

090210

Slalu menyelipkan namamu di setiap do’a quuh..
Hanya itu yang bisa kulakukan..
Tak Lebih…
Sebab memandangmu di kejauhan pun aku tak lagi sanggup….

Untung saja,,
Rasa ini tak terlalu dalam kugenggam
Tak pula aku berharap terlau banyag..
Tapi perih itu tetap tertohok di naluri ini…

Fatalnya,
Aku terlambat memahami keadaan itu,
Terlambat memahami waktu…
Hingga tak pernah tahu cintamu telah tertambat padanyaa..

Sharusnya aku menyadari itu sejak lama…
Agar rasa itu tak terlalu dalam bersemayam..

Dan untungya lagi,aku telah terbiasa menatap semua ini..
Menatap cobaan ini sendiri…
Dan berdiri di atas kegetiran ini dengan sendirinya..
Meski kadang-kadang merasa tak mampu dan goyah…

Ku tak mampu meluapkan semua pilu ini..
Air matapun kini telah mongering,berhenti mengalir…
Hanyalah sanggup menggantikannya
Dengan tulisan yang tertoreh di lembar kedukaan…

CIntakuu itu tak mesti kuungkapkan,
Tak mesti kumiliki…
Karena aku mencintaimu denga caraku sendiri,
Tanpa perlu kau tahu…

Tapi sekarang,toh cinta itu mesti ku hapus dari hatikuu…
Biarkaa semua tentangmu hanyut dikecam tangis..
Biarkan cinta ini berlaluu dengan indahnya,
Karena memang kita tag ditakdirkan untuk bersama….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar