Kukabarkan padamu,,kawan…
Sejak pagi,
Hujan dengan indahnya menggelinjang diantara riuh sang ayam…
Berhenti,,
Lalu lagi membuang sauh di sore hari,,hingga malam merambat petang..
Merambah sudah kesenanganku
Menjalar riang,,
Ketika tahu hujan temani hari ini
Ya,,Almanak Duaribu sepuluh dibulan juli…
Tanggal satu..
Ya,sekali lagi sy katakan,,
saya amat senang hujan,,
Hujan yang dulu ajarkan sy mengerti secara otodidak tentang arti perasaan sesungguhnya…
Ya. Tak perlu berpanjang lebar. Kukisahkan saja hariku saat ini..
Berkelambu sunyi,,
Begitulah setiap hari..
Seharusnya kukobarkan semangat ini di setiap awal hari,sebagai syukur masih bisa menatap sang mentari atau hujan .. Ya,sungguh,,, Betapa bersyukurnya aku dengan setiap hariku yang jelas selalu memberikan arti..Menorehkan satu-persatu kenangan nan pelajaran untukku
Meskikah bersimbah air mata..
Instrument first love masih terngiang-ngiang jelas di telingaku,,yang serta merta mengubahku dari sosok periang menjadi melankolis bercucuran air mata..
Mungkin terlalu sering aku mengendapkan semua rasa yang mestinya kukeluarkan.
Ya. Duka yang hampir jarang ku tunjukkan dihadapan mereka,terlebih sahabatku sendiri.. Tapi aku akan berusaha ada disetiap duka seseorang. Ya, aku seakan tak mau membagi dukaku pada siapapun,,kecuali kepada Yang Maha Menciptakan.
Sama seperti cinta yang mungkin tak juga tersampaikan angina,,
Terdiam indah dalam relung ini,tak sedikitpun bergeming.
Hari ini,pantaskah aku melelehkan cairan dipelupuk mata ini,setelah lama tak terbuai masa..??
Aku yang muna,selalu menganggap sebuah perasaan tak pernah penting.
Padahal hatiku selelu meraba negeri yang indah…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar