Sabtu, 02 April 2011

Iseng - iseng ajah

iseng2 malam ini :p
#Bahwasanya menunggu itu melelahkan,,

Di antara rambut – rambut rontok yang semakin menyeruak,,

Padanya,rawa-rawa yang temani senja  dihiasai teratai merah jambu..
Dengannya,langit-langit merah yang terjerembab dalam hening..

Ketahuilah,
aku masih setia pada bulan,,
menunggu hingga ia purnama..
Begitu seterusnya…
Sampai mungkin purnama tak hadir lagi,
Aku masih tetap disini..

Biarkan sepasang tangan ini menengadah,
Menyampaikan sejuta harapan..

Lalu lamat-lamat aku bosan.
Jenuh.

Dalam siang yang gersang
Dan malam yang basah.
Aku masih tetap disini..

Masih disini,,
Masih menatap jendela sebelah barat,
Berharap rilai-rilai oranye mempertemukan aku denganmu

Tapi sisik-sisik penghujung hari tak pernah datang,
Hanya mendung yang siap untuk bersanding dengan malam.
Aku lelah,berbalik keperaduan.

Sendiri.


                                                          Indralaya,30 Maret 2011

Senin, 28 Maret 2011

Ehehehe

Seneng sama potongan- potongan lagu ini :

Lagu ini pernah buat saya tanpa sadar menjatuhkan bulir-bulir bening itu...

Kemaren ga sengaja liat di gudanglagu.com,,
eh.Muncul lagu ini,trus di download..
hemmm..
hiks-hiks
bikin mewek ...

Kayak gini nih reffnya :

Bintang yang bersinar 
 Itu isyaratkan aku menunggu
Apakah dia masih seperti yang dulu
Aku ingin tahu


Bersama bintang ku akan menanti hadirmu kembali
Aku tak rela melepasmu walau engkau tak ada disini
Berharap kau ‘kan beri hati

~_~

Apa yaaa hari inii…
Ternyata begini rasanya yaaa..
Hmm..

Mengapalah daun berserakan pada linau-linau tanah tandus..

Tak ada kata yang bisa menggambarkan perasaan saya sekarang,,
Yang jelas embun mata hati ikut luruh,,
Sebagai luapan untuk menenangkan rasa.

Kecewa tepatnya.

Separah inikah,,,

Dalam jendela akasia yang menelangsa.

Satu hal yang ku tangkap hari ini.

Cukup tahu saja.

itulah mengapa saya senang memendam dalam-dalam sepenggal cerita tak berirama ini.

Kalau di log out juga pasti tak ada yang peduli.

Demikianlah.

Senja yang sendu sore ini sedang berduka.
Senja yang dulu tegar,kini lunglai.

Berhentilah,
dan tersenyumlah.
Sebab hanya dirimu sendiri yang bisa membahagiakanmu,,

Saya akan bahagia dengan cara saya sendiri.
Tak perlu menyeleweng pada bulan,

biarlah sepi yang tahu tangis saya,
biarlah gugur bunga yang tahu senyum saya,
biarlah angin yang terbangkan duka saya.

Biarlah...

Azimut-azimut buram itu,,
nyatakan padaku..

Lalu melinanglah tetes bening itu,
masih dengan panorama yang sama seperti dahulu.

Ku tanya hujan yang menyisakan dingin,
tapi tak ada jawabannya..

Ku bercengkrama dengan pucuk-pucuk cemara hutan,
namun ia hanya bisu meliuk-liuk.

Aku bosan.
Tapi tak mau menyerah pada keadaan.
kian disudutkan.

Padanya : serpihan ranting pohon kersen yang rapuh

Aku datang dari masa yang pernah ada,
bukan untuk menarik rindu,,
hanya saja merunut rasa yang tak mau lepas..

Kemanalah kira-kira fase itu akan berhenti..

Sulit untuk merangkak pergi.

Ah,ya..
Aku exit.
Atau mungkin quit.

Hadeh,
dan malam semakin menggelora.

Tidak jelas juntrungannya..

Abstrak : perasaan saya saat ini


Kalau boleh menyela :
Kemana lagi duka ini harus kubuang jauh?tak ada lagi tempat dimuka bumi ini untuk menyempal duka.


*Pada akhirnya jangan mau menyerah dengan keadaan

Sekali lagi,,

Bahagialah dengan caramu ulfa !!

Kamis, 24 Maret 2011

Tetap Mengerti

Seneng juga sama lagu ini,,hehhehe..
postung liriknya disini,,
yang pasti punya makna tersendiri sm saya

Semua terasa salah
Semua terasa hina
Ketika rasa itu tak bisa lepas
Dari diri yang telah terhempas

Cinta dari suatu yang jauh dari artinya
Memberi walau tak harus diberi
Menerima meski tak diterima


Lihatlah aku disini
Haruskah ini terjadi


Lakukanlah sampai engkau puas
Cari saja apa yang hatimu mau
Sampai kapanpun aku selalu mencoba untuk
Mengerti

Teruskanlah hingga engkau jera
Dustai dan khianati lukai hatiku
Meski lautan airmataku mengering
Ku coba tetap mengerti

Lihatlah aku disini
Haruskah ini terjadi


Lakukanlah sampai engkau puas
Cari saja apa yang hatimu mau
Sampai kapanpun aku selalu mencoba untuk

Mengerti
Teruskanlah hingga engkau jera
Dustai dan khianati lukai hatiku
Meski lautan airmataku mengering
Ku coba ku coba tetap mengerti

Rabu, 23 Maret 2011

Apadeeeeh -___-


Seneng sama lagu ini,tahan nyari dan download :)
hehehe,
Jadi berimbai air mata...


                                          Numata - Curhat

Kasih dengar ceritaku
Tentang kegalauan hati yang meraja
Mengisi relung hati yang hampa
Pada diriku…
*
Kasih lihat diriku
Menatap sendu sedih air matamu
Kau berharap mengakhiri semua
Aku tak mau…


Tak ada seorang pun yang tahu
Betapa besar rasa cintaku
Lihat kesungguhan diriku
Tapi kau takkan mengerti


Tulusnya cintaku




Tak pernah terbalas olehmu
Kau biarkan hati ini membeku
Kandas cintaku…
Kembali ke *


Tulusnya cintaku
Tak pernah tersadar olehmu
Kau biarkan kisah kita berlalu
Kandas cintaku…


Tak ada seorang pun yang tahu
Tapi kau takkan mengerti…
Tulusnya cintaku
Tak pernah terbalas olehmu
Kau biarkan hati ini membeku


Oh kasihku…
Tulusnya cintaku
Tak pernah tersadar olehmu
Kau biarkan kisah kita berlalu
Kandas cintaku…

Senin, 21 Maret 2011

Hahayluuuyy


Apa yaa….
Hem….
Saya tak minta banyak-banyak…
Hanya satuu..
Disetiap sujudku.
Disetiap rinduku,
Di setiap genangan air mata yang berimbai…
Ada nama orang tua saya,ada nama orang-orang yang saya sayangi..
Ada nama kamu tanpa terkecuali,
Yang selalu ada meski di ujung doa..

Boleh saja kau minta aku untuk tak memilikimu..
Tapi,,
Jangan minta aku untuk membencimu
Jangan minta aku untuk tak mencintaimu
Karena aku menyayangimu,,

Oleh hujan yang berkepanjangan,
Lalu pelangi tak juga muncul
Akankah sama dengan hati yang tak semerdu dahulu..

Padahal matahari selalu berusaha tepati janjinya,
Padahal langit tak sekelabu dahulu..

Aku punya sedikit harapan,,
Aku juga tak memintamu untuk mencintaiku,kan?
Aku hanya memiliki sedikit rasa yang bisa ku lepaskan..

Aku sudah masuk dalam jerat tiada terduga.
Kosong,,
Lempeng,,

Apa jadi?

Seperti dengan notes yang sudah-sudah,
Masih dengan inti yang sama.
Masih dengan lakon yang sama.

Masih sulit untuk berpaling dan menjadi munafik.
Karena saya manusia.
Tetap saja.


Pada repis-repis kayu yang melapuk
Daun memori yang basah dan lusuh…


Duhai,
Tolong ajari aku menghapus rindu,,
Tuntun aku melangkah pergi menjauh..

Bawa aku kemana kau mau,
Lalu campakkan aku disitu.
Tinggalkan aku sendiri…

Karena saya yakin,saya bisa hidup tanpa mu….