Azimut-azimut buram itu,,
nyatakan padaku..
Lalu melinanglah tetes bening itu,
masih dengan panorama yang sama seperti dahulu.
Ku tanya hujan yang menyisakan dingin,
tapi tak ada jawabannya..
Ku bercengkrama dengan pucuk-pucuk cemara hutan,
namun ia hanya bisu meliuk-liuk.
Aku bosan.
Tapi tak mau menyerah pada keadaan.
kian disudutkan.
Padanya : serpihan ranting pohon kersen yang rapuh
Aku datang dari masa yang pernah ada,
bukan untuk menarik rindu,,
hanya saja merunut rasa yang tak mau lepas..
Kemanalah kira-kira fase itu akan berhenti..
Sulit untuk merangkak pergi.
Ah,ya..
Aku exit.
Atau mungkin quit.
Hadeh,
dan malam semakin menggelora.
Tidak jelas juntrungannya..
Abstrak : perasaan saya saat ini
Kalau boleh menyela :
Kemana lagi duka ini harus kubuang jauh?tak ada lagi tempat dimuka bumi ini untuk menyempal duka.
*Pada akhirnya jangan mau menyerah dengan keadaan
Sekali lagi,,
Bahagialah dengan caramu ulfa !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar