Hahai.
Jika saya bisa,mendatangkan pelangi sebelum hujan
Tapi saya bukan hujan ..
Jika saja saya bisa mengganti duka itu menjadi kegembiraan tak bertepi.
Tapi saya bukan masalah yang datang sebelum haru.
Runyam.
tidak pula.
Hanya saja berkelit dengan rasa yang tak bisa mangkir.
Lalu bagaimana.
Sunyi.
Biarkan. Jangan !
Sebab pihak yang tak mau utarakan tak mau tersakiti.
Jadi.
Seperti biasa.
Anggap saja saat ini ingin sendiri dan tak punya rasa.
Kalau bisa parkirkan rasa itu diluar lapangan hati.
Gratis,
tidak bayar,
dan masih bisa menikmati indahnya senyum mentari itu.
Gampang?
sulit malah.
Bukan hanya sekedar membiasakan dan terbiasa.
Tapi juga melupakan.
Aih,semoga rasa itu datang sebentar saja bertandang.
Lalu pergi kembali dari serambi hati.
Saya tak mau bermain dengan hal yang tidak mungkin.
Yang pasti saja kadang masih meragukan.
Bukan tidak mungkin.
Hanya saja saya merasa lebih baik tak usah diteruskan,
Meski selalu hadir dalam kembang tidur..
Ah,sudahlah.
Aku terlalu senang bisa bersama-sama mengeja kata
Hari demi hari
Seakan sepersekian detik tak mau terabaikan
Cukup tahu saja.
Untuk kamu yang selalu ada dalam setiap do’a
Untuk kamu yang selalu ada untuk menyemangati saya
Fajar menjelang,tigabelas maret duaribu sebelas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar