Hujan dari sepasang jendela bening itu. Hatiku basah.
Rasanya aku ingin melompati waktu saat ini.
“Kita baik-baik saja,kan?”
“Tapi Ibuku marah besar,kak.“
“Aku harus bagaimana?”
“Hanya ada satu cara”
“Apa? ayo kita lakukan.”
“Memberhentikan semua ini. ”
“Arghh,”
Kak Nathael bergegas berjalan menuju katedral diseberang jalan.
Aku menunduk mahfum,kemudian mengekor dibelakangnya menuju masjid di sebelah kafe ini. Waktu ashar tiba.
Cukup 115 hari kami menyatukan hati.
~Bertahan sayang dengan doamu
Kucoba bertanya pada Tuhanku - Tentang Hidup, SO7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar